Wan.. Kita ajak mereka yuk.." kata Andi.
"Boleh aja kalau mereka mau" jawabku.
"Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih"
"Beres deh"
-----7-----
Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang
Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy,
punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan
ganteng.
-----7-----
"Lisa.." kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.
"Ini temannya siapa namanya" tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya.
"Novi" kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu.
-----7-----
Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat
berbincang-bincang sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika
diajak, mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah
selesai makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak
sedikit bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis
payudara gadis belia itu.
-----7-----
*****
-----7-----
Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.
-----7-----
"Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?" bisik Andi saat kami
sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir,
karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.
"Novi" jawabku pendek.
"Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya?" bisik Andi lagi sambil tertawa kecil.
Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan
Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.
-----7-----
Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi.
Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas
meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi
lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya.
-----7-----
"Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?" godanya.
-----7-----
Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak
kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap
dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini.
-----7-----
"Ahh.. Ahh" erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras
kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil
tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya.
"Enak Mas.. Ahh" erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.
"Jilati putingnya Mas.." pintanya. Erangannya semakin menjadi dan
tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang
hati.
-----7-----
Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang
cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau.
Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar,
kubantu dia membuka seluruh pakaianku.
-----7-----
"Ih.. Mas, gede banget.." desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak
di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu.
"Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?"
"Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini." jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.
"Arghh.. Enak Nov.." erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.
-----7-----
Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan
bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku.
Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara
menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan
mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku.
Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah
duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku.
-----7-----
"Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas.." katanya lirih.
-----7-----
Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus
rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil.
Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat
menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun
bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal
itu.
-----7-----
"Nov.., jepit pakai susumu Nov.." pintaku.
-----7-----
Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian
kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang
besar, sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar
biasa pada penisku.
-----7-----
"Yes.. Yes.." akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah beberapa
lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang disambutnya dengan
penuh nafsu.
-----7-----
Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia
untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya
dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya,
kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi
celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir
vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku.
Erangannya semakin menjadi.
-----7-----
Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan
kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana dalamnya
sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya yang kancingnya
telah terbuka.
-----7-----
"Ahh.." jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit.
"Gila.. Memekmu enak banget Nov.." kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi.
-----7-----
Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara
itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang
membulat. Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi
dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak
begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati
persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di
balik baju seragamnya yang terbuka.
-----7-----
Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk
membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan
rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus.
Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku.
Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.
-----7-----
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas
tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk
dihisapnya.
-----7-----
Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan
tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya.
Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan
gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang
berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku
menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara
ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya
dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang
gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks.
-----7-----
Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas
kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju
seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah
telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis
17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu
kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian
mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
-----7-----
"Ahh.." erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya.
-----7-----
Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat
kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang
menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya
ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei
ranjang.
-----7-----
"Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
-----7-----
Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya
pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat
mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan
helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat.
Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.
-----7-----
Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali
ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih
tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan
payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat
bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas
payudara gadis SMA yang seksi ini.
-----7-----
*****
-----7-----
Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat
puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik
di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil
berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi,
tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara
ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.
-----7-----
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang
menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi
dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik
duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya,
membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku
mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan
vaginanya dengan jemariku.
-----7-----
"Ehmm.." erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
-----7-----
Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah.
Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya
sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.
-----7-----
"Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus banget" bisikku.
-----7-----
Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting
payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung
kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.
-----7-----
"Gantian dong Nov" bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum.
-----7-----
Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai
membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga
penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun
kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat
menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil
menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak
tahan untuk menahan erangan nikmatku.
-----7-----
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..". Tiba-tiba aku dikagetkan
oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas
kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku.
-----7-----
Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi
wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku
dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati
penisku.
-----7-----
"Di.. Bentar ya nanti gantian.." kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di
bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari
mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu suka" kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.." katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya.
Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen
lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.
-----7-----
Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali
menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama
kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah
kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk
mengulum batang kemaluanku.
-----7-----
"Nih gantian Nov.." katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi
yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan
kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang
menjilati dan menciumi buah zakarku.
-----7-----
Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA
yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian.
Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku
itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama
lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan
nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
-----7-----
Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan
celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja
tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik
perhatian kendaraan yang melintas di luar sana.
-----7-----
"Ah.." desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
-----7-----
Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak
tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku
dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku
merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha
sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme.
Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.
-----7-----
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.." desahnya. Semakin cepat kuusap-usap
klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
-----7-----
Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas
pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku
dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera
membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.
-----7-----
"Mau gantian Di? " tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.
-----7-----
Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah
duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi
Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
-----7-----
"Aku cape ah Mas.." katanya.
-----7-----
Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan
perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat
kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku
tak begitu mempedulikannya lagi.
-----7-----
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
-----7-----
"Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.." kata Novi manis saat kami
akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin
mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam
lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak
tadi lagi.." kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil pamit pulang.
-----7-----
Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku
tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi
kenyataan. Ternyata hidup itu indah.
-----7-----
TAMAT
No comments:
Post a Comment