Andra aku di atas ya
.
Oce-oce
, terserah deh, he he he
Andra kagum saat tubuh Anita bergerak gemulai menaiki tubuhnya. Belahan
vagina Anita memayungi kepala penis Andra kemudian dengan perlahan gadis
itu mengamblaskan batang penis Andra ke dalam belahan vaginanya. Tangan
Andra mengusap-ngusap pinggang gadis itu yang ramping. Anita
mengibaskan rambutnya ke belakang kemudian ia mulai menaik turunkan
vaginanya dalam gerakan gerakan erotis.
Wahhh
Anita makin pintar ya
.
Pak Agung dan Veily menghampiri arena pertempuran yang masih berlangsung
dengan sengit. Veily terkekeh kemudian memberi semangat pada Anita agar
ia jangan sampai kalah oleh Andra, sementara Pak Agung memberikan
semangat pada Andra.
Andra kamu h-harus menyerahh ohhhh
.Haruss mmmhh, akhhh
Nggak mungkin..!! aku masih kuat koq, he he he he
Andra merojokkan batang penisnya ke atas saat belahan vagina Anita
merosot turun pada batang penisnya. Tubuh Anita tersentak-sentak turun
naik di atas batang penis Andra. Anita berusaha melakukan perlawanan
dengan menggoyangkan pinggulnya seperti sedang mengayak batang penis
Andra. Andra mengerang keenakan, Anita berbangga diri dan menggoyang
pinggulnya dengan lebih liar lagi.
Gimana Ndra ?? enak bukan he he he
, ayo nyerah say.. hi hi..
Ouhhh, Ouhhh Ad-duhhhhhhh
.. akhhhhh
Andra tertawa kecil dalam hati, ia sengaja berpura-pura kewalahan agar
Anita senang, dibiarkannya gadis cantik itu berbangga diri sambil menaik
turunkan vagina pada batang penisnya. Lelehan peluh mengalir membasahi
tubuh mulus Anita, lama kelamaan Anita mulai curiga, dengan agak ragu ia
bertanya pada Andra.
ennnggg
, Ndraa, kamu hampir keluar kan ??
belum tuchhh he he he
auhhhhh
. Anita mengeluh saat Andra mulai membalas menyerang
Saat vagina Anita bergoyang ke kiri, Andra menggocek-ngocekkan batangnya
memutar ke kanan, saat vagina Anita bergoyang ke kanan, Andra
mengocekkan batangnya memutar ke kiri. Tangan Andra turut menambahkan
kenikmatan dengan mengelusi induk payudara Anita bagian bawah sebelum
meremas-remas lembut sepasang payudaranya yang ranum sambil menyodokkan
batang penisnya ke atas hingga amblas sedalam-dalamnya kedalam cepitan
liang vagina Anita.
Ihhh
, addra-ndrahhh.., kamu licikkhh.. akhhh
crrrcrrrttt aduhhh
Tubuh Anita ambruk dalam dekapan Andra. Andra membalikkan posisi
kemudian ia kembali menggenjot vagina Anita, suara decakan alat kelamin
Andra dan Anita terdengar keras saat saling beradu. Rintihan-rintihan
Anita diselingi suara pekikan kerasnya saat batang penis Andra bergerak
liar menyodok-nyodok belahan vaginanya.
Clepp Cleppp Clepppphh
!!
Ennhh Ahh-duhh Ahhhh,AWWWW..!! heee-ennnhhh
akhhh..!!
Tubuh Anita menggelepar dibawah pompaan batang penis Andra. Tangan
mungilnya menahan gerakan pinggul Andra namun itu semua tidak dapat
menghentikan terjangan batang penis si pegulat tangguh. Akhirnya Anita
mengalungkan kedua kakinya ke bokong Andra.
Ehhh
nakal ya
Anita mendesah lega
dengan cara seperti ini ia dapat beristirahat sejenak, sedangkan Andra
mendelik nikmat saat seluruh batang penisnya berendam di dalam celah
sempit vagina gadis itu yang berkontraksi meremas-remas batang penisnya.
Anita berusaha untuk memulihkan tenaga di tengah cumbuan-cumbuan Andra
pada batang lehernya yang berpeluh. Andra menarik batang penisnya lepas
dari jepitan vagina gadis itu kemudian menggeser wajahnya meneduhi buah
dada Anita. Andra meletakkan batang lidahnya pada putting susu Anita,
diremasnya payudara yang basah dilelehi peluh gadis cantik itu,
dijilatinya buntalan payudara Anita hingga lelehan peluh gadis itu kini
bercampur dengan air liurnya, diemutinya puncak payudaranya bergantian
yang kiri dan yang kanan. Anita merengek dan merintih saat Andra kembali
mengamblaskan batang penisnya. Andra menggarap liang vagina Anita
hingga ia menjerit dan merintih keras. Gerakan batang penis Andra
bagaikan sebuah pacul yang sedang memaculi belahan vagina gadis itu,
menggaruk dinding-dinding vaginanya yang seret.
Aduh, andraaaa, aduhhh akhhhh
!emmmhh mmmhhhh..!!
Mulut Andra menyumpal bibir Anita untuk meredam keluh kesah gadis itu,
Lidah Andra mengaduk-ngaduk lidah Anita, dengan malas lidah Anita
membalas belitan lidah Andra. Gairah Anita terpancing saat lidah Andra
membelit batang lidahnya, dua batang lidah yang basah dan hangat saling
bergelut dengan nikmat, senikmat alat kelamin Andra dan Anita yang
saling mendesak.
Pefffhh.. Phefffhhh Phefffhhhh
Ahh, ahhh ahhh.. awww
, uhhh---ahhh
Semakin keras Anita merintih dan mendesah, semakin kuat pula Andra
menyodokkan batang penisnya. Tubuh mulus Anita terguncang hebat di bawah
tindihan tubuh Andra, wajah orientalnya yang cantik terbanting ke kiri
dan kanan sebelum akhirnya mata sipit Anita membeliak disertai suara
lenguhan kerasnya, kakinya menjepit kuat-kuat pinggang Andra.
UNGGGGHHHHH, Crettttttttt Creeetttt
. Crrrrrrrr
Aduh BAPAKKKK
.!!!AWWW..!
Andra menolehkan wajahnya saat mendengar jeritan Veily. Sambil terus
menyetubuhi Anita, ia menonton Pak Agung yang sedang mengayunkan
batangnya menyodomi anus Veily. Siswi cantik itu menjerit liar saat
batang penis Pak Agung yang besar panjang menghujami liang anusnya
sementara tangan Pak Agung terus memijati kelentitnya. Sodokan demi
sodokan Pak Agung membuat wajah cantik Veily berulang kali mengernyit.
Hampir bersamaan Veily dan Anita menjerit mencapai klimaks. Pak Agung
mengambil posisi tidur terlentang. Veily menaikkan liang anusnya
menduduki batang pak Agung dengan posisi tubuh memunggungi sang guru.
Andra turun dari atas meja ia menyodorkan batang penisnya ke mulut gadis
itu. Veily memejamkan kedua matanya sambil menghisapi batang penis
Andra. Gadis cantik itu menaik turunkan anusnya pada batang penis Pak
Agung. Setelah agak lama Andra menarik batangnya dari mulut Veily dan
meremas susunya. Sebelum ia menggesekkan kepala penisnya pada belahan
vagina si cantik, tangannya menangkap pergelangan kaki Veily dan
merenggangkannya selebar mungkin membentuk huruf V yang mulus dan indah,
Gejrossshhhh
!!
Uhhhh, Ngggeeehkksss..?? !!
Nafas Veily tertahan di dada saat Andra membenamkan batang penisnya.
Liang vagina dan liang anusnya kini disesaki oleh dua batang penis
berukuran jumbo, baik dari diukur dari segi panjang maupun diukur dari
segi diameter.
OUHHHH
!! AHHHHHH.. AHHHHHHH
AWWWW Veily menjerit liar
Tubuh mulus siswi cantik itu terdesak-desak hebat di antara tubuh Pak
Agung dan Andra. Desir-desir kenikmatan membuat Veily lupa diri,
erangannya terdengar keras, rintihan dan jeritannya semakin keras saat
dua batang penis itu bergerak cepat menyodok-nyodok anus dan vaginanya.
Berkali-kali Pak Agung dan Andra bekerja sama meledakkan cairan vagina
Veily dalam ledakan-ledakan puncak klimaks hingga akhirnya mereka
mengeluh bersamaan.
Oughhh Crruttt Crutttttt
emmmmmmhhhh Veily mengejang, wajahnya yang cantik menyiratkan kenikmatan yang luar biasa..
CROTTTT
Crrrrrrootthhhh
Pak Agung meremas payudara Veily, Spermanya mengisi Anus Sicantik
UHH CRooTT Crrroot,crottttt
.
Andra membenamkan batang penisnya sedalam mungkin, Penisnya berkedutan
dengan nikmat didalam himpitan liang Vagina Siswi cantik itu, Veily
merintih lirih, rupa-rupanya rintihan kecil gadis itu membangkitkan
kembali gairah Pak Agung dan Andra.
ohhhhhh ??
Veily tersenyum merasakan dua batang penis milik Andra dan Pak Agung
yang memanjang dan membesar di dalam liang vagina dan anusnya. Ia
mengibaskan rambutnya ke belakang sambil menggeliatkan tubuhnya untuk
mengusir rasa pegal. Veily mulai bergerak dengan liar, saat vaginanya
mendesak ke depan, batang penis Andra menyodok dengan kuat hingga
terdengar suara tumbukan keras yang menggairahkan. Saat ia mendesakkan
buah pantatnya ke belakang, batang penis Pak Agung melabrak liang
anusnya. Gerakan ketiganya yang berkesinambungan terlihat begitu
menggairahkan, apalagi disertai bunyi-bunyi aneh saat liang vagina dan
liang anus Veily digempur oleh dua batang penis yang besar dan keras.
OHHHHH
!! Crrrettt crettttt
..
Tiba-tiba gerakan Veily tertahan, tubuhnya mengejang, helaan nafasnya
tertahan di dadanya yang membusung dengan indah. Dinding liang vaginanya
berdenyut-denyut memuncratkan cairan-cairan kenikmatan. Mata sipitnya
terpejam saat kedua tangan pak Agung mencapit susunya dari belakang. Ia
mengusapi buntalan payudara Veily yang membusung dan meremas-remas
sepasang buntalan kenyal padat itu.
Sambil meremas payudara Veily pak Agung menoleh ke arah Anita yang
sedang duduk di pinggiran meja. Kedua kaki gadis itu terjuntai
terayun-ayun dengan santai di pinggiran meja.
Anitaaa
, sini sayanggg
,
Anita turun dari atas meja dan mendekati Veily. Mata Andra melotot
lebar-lebar merayapi kemulusan tubuhnya, gadis itu berlutut disisi
Veily, bibirnya tersenyum nakal sementara kedua tangannya
mengusap-ngusap payudara Veily. Jemari Anita memutari putting Veily yang
mengeras, Veily mendesis keras saat Anita mencubit dan menarik-narik
putting susunya.
aggghhh
., ann-anitaaaa
emmmhhhhh hsssshhhhhh
Anita melumat puncak payudara Veily. Seiring dengan itu, tubuh Veily
kembali terguncang didesak oleh rojokan Pak Agung dan sodokan batang
penis Andra. Tangan Andra menarik pinggang Anita, kemudian ia meminta
agar gadis itu memberikan payudaranya. Anita menurut, ia berpegangan
pada bahu Andra untuk menjaga keseimbangan kemudian menempatkan
payudaranya yang ranum di hadapan mulut Andra yang langsung mengejar dan
mengenyot-ngenyot payudara Anita yang segar ranum.
ahhhh.. aaaaa crrretttttt cretttt
..
Veily terkulai lemas, matanya yang sipit terpejam dan bibirnya tersenyum
puas. Pak Agung membopong dan membaringkan tubuhnya di atas sebuah meja
kemudian mengamblaskan batang penisnya ke dalam vagina siswi cantik itu
yang kembali mendesah-desah dalam kenikmatan. Andra duduk di sebuah
kursi dan menarik pinggul Anita. Dalam posisi saling berhadapan Anita
mendudukkan liang vaginanya dengan pasrah di atas batang penis Andra.
Anita meringis saat berusaha menekankan vaginanya ke bawah, gadis itu
terpekik saat kepala penis Andra terpeleset dan menyeruduk tonjolan
clitorisnya.
he he he, direm dong Andra berkelakar sambil mengecup bibir Anita.
emangnya kamu kira aku ini mobil ya?? Nihh
Anita mencubit dada Andra hingga ia mengaduh kesakitan.
aduu-duhhh
, heitttt
..!!, Eitttt
!!
Andra menangkap dan menahan kedua tangan Anita yang hendak memberikan
cubitan susulan. Matanya bertatapan dengan mata Anita yang sipit,
bibirnya manyun kemudian mengapit bibir Anita. Bukan main senangnya hati
Andra saat Anita membalas pangutan bibirnya. Ia memegangi pinggang
Anita saat gadis itu mengangkat kedua tangannya ke atas kepala sambil
membusungkan payudaranya. Andra tahu apa yang diinginkan oleh Anita.
Mulutnya terbuka lebar dan mencapluki payudara gadis itu, memangut
mangut liar dengan gairah yang menggebu.
ahhh, Andraaa.. ahhhhhh.. hisappphh.. ennnh ennhhh
Anita memeluk kuat-kuat kepala Andra yang tengah asik menyusu di puncak
payudaranya sebelah kanan. Andra mendekap tubuh Anita, butiran keringat
Anita menyatu dengan butiran keringat Andra. Keadaan kedua pelajar itu
kini seperti sedang mandi di bawah kucuran keringat yang semakin deras.
Kuku Anita mencakar punggung Andra hingga membekaskan gurat kemerahan
saat mulut Andra mengenyot kuat-kuat puncak payudara siswi cantik itu
dan tangannya meremas kuat-kuat induk payudara anita yang tengah
dihisapnya.
Ohh.., Andraaaaa
. Anita menekuk wajahnya memperhatikan Andra yang tengah menjilati putingnya
Ujung lidah Andra terayun lembut menjilat putting susu Anita yang
runcing, Anita merintih saat mulut Andra menelan puncak payudaranya,
pentil susunya yang mengeras berenang di dalam balutan air liur Andra
yang hangat. Rasa nikmat semakin terasa saat Andra melanjutkan serangan
dengan mengemuti puncak payudaranya.
ihh, gemes
he he he Andra terkekeh sambil meremas payudara Anita
Beberapakali ciuman Andra mengecupi buntalan payudara Anita sebelum
akhirnya Andra menggesekkan kepala penisnya ke belahan vagina gadis itu.
Anita menekankan rekahan liang vaginanya pada ujung penis Andra.
Tubuhnya terperanjat saat penis Andra merekahkan otot vaginanya, tanpa
ampun lagi batang besar milik Andra menerobos memasuki liang sempit
Anita. Andra mengelus bahu Anita sambil mengecup-ngecup pundak gadis itu
yang tengah berusaha menguasai diri dari sensasi sebatang penis besar
yang tertancap semakin dalam pada belahan sempit di selangkangannya.
Penis Andra saling mendesak dengan vagina Anita, keduanya mendesah
menikmati rasa nikmat saat kemaluan mereka saling bergesekan satu sama
lain. Gerakan keduanya semakin liar, suara rintihan gadis itu pun
semakin sering terdengar dibarengi suara geraman gemas Andra.
nnnhhhh
crrutttt
.
Ouugghhh Kecroottttt
aaaaaa.. cretttt.. cretttt
.
Hihhhhh.!!! KECROTTTTT
Terdengarlah suara suara desah dan rintihan bersahutan dari mulut
keempat orang di dalam ruangan itu yang tengah menikmati puncak klimaks.
Setelah mencabut batang penisnya Andra membopong dan meletakkan tubuh
Anita di sisi tubuh Veily. Siswi cantik itu terkulai lemas dengan batang
pak Agung yang masih tertancap dalam himpitan liang vaginanya.
Tampaknya Pak Agung enggan mencabut batangnya dari dalam himpitan goa
sempit Veily. Kedua gadis itu saling berpandangan dan kemudian tersenyum
sambil memejamkan mata mereka yang sipit. Pak Agung berdecak kagum saat
Andra memperlihatkan sebuah rekaman di layar handycam. Semuanya tentang
Maya, Vivi, Reina dan Farida. Tentu saja Andra merekamnya dengan
diam-diam tanpa diketahui oleh mereka berempat.
ckk ckk ckkk
, WAhhh asik punya nih, ternyata mereka itu Lesbi yah, eh
iya, apa kamu pernah merasakan seorang gadis yang masih perawan??
B-belum pak
, emang rasanya kaya gimana sih
pak ??
OWW, sayang sekali kalau kamu belum pernah merasakan seorang perawan,
rasanya sangat nikmat sekali, sehingga sangatlah sulit untuk dibayangkan
Hemmm, bagaimana kalau kita bekerjasama
??
Maksud Bapak
.??
Begini, kebetulan bapak mempunyai sebuah rencana
Bapak sudah capai
mengikuti langkah Pak Dion. Kini saatnya Bapak unjuk gigi, dan yahh
katakanlah bapak membutuhkan seorang rekan kerja yang dapat bapak
percaya. Kita juga dapat bekerja sama untuk memburu dan mencicipi
keperawanan Vivi, Farida, Reina dan Maya. Apa kamu tidak merasa
penasaran seperti apa rasanya membelah vagina seorang gadis yang masih
perawan?
Dengan panjang lebar Pak Agung menjelaskan rencananya untuk mengkudeta
Pak Dion cs. Andra terdiam seribu bahasa, pikiran kotornya bekerja
dengan efektif. Ia sangat ingin tahu seperti apa rasanya menikmati
keperawanan seorang gadis. Ia terlihat gelisah dan bimbang. Suara
kenikmatan terus mendayu-dayu merayu Andra yang selama ini tetap setia
melangkah berjalan di atas karang-karang godaan yang tajam. Suara
dentang lonceng hati kecilnya semakin melemah dan akhirnya meninggalkan
Andra yang kini dibutakan oleh hasrat yang menggebu dan kenikmatan
duniawi. Sebuah senyum penuh arti mengembang di wajahnya saat tangan
Andra menjabat tangan Pak Agung, Batang penis Andra kembali menegang, ia
kembali mencoblos vagina Anita yang sudah becek dan lembab itu. Batang
penis Pak Agung pun kembali mengeras, bagaikan kerbau gila mereka
berlomba memacu batang penis masing-masing menyodoki liang vagina kedua
siswi cantik itu yang merintih-rintih dengan kedua kaki mereka yang
mengangkang pasrah, terjuntai di pinggiran meja. Berkali-kali Andra dan
Pak Agung bertag-team, mempecundangi Anita dan Veily.
~~~The New Beasts is Born~~~
Lohh Koq malah melamun ??
Teguran Pak Agung menyadarkan Andra dari lamunannya.
Eh nggak koq, Sudah ah pak Andra tidur dulu.., ngantuk nihhh
Pak Agung tertawa sambil menekan remote ditangannya, ia memindahkan
tayangan LCD kechannel Tv-one. Malam ini Pak Agung dan Andra
beristirahat untuk memulihkan stamina mereka. Di tempat lain, dikemudian
hari
, setelah mengalami pemotretan illegal
., yang entah dilakukan
oleh siapa, beberapa jam setelah Andra mengirimkan sebuah Email untuk
Pak Dion.
-----
HAHHH
!! mata seorang kepala sekolah beserta tiga orang guru bejat
membeliak lebar , mereka berempat berseru terkejut setengah mati setelah
membuka sebuah alamat yang tercantum di email Pak Dion.
bb-Bagaimana mungkin ini dapat terjadi
Pak Djono duduk lemas di atas kursi.
Bagaimana ini Pak Dion ..!! Apa yang harus kita lakukan..!!
WAduhhh, bisa gawat ini
saya tidak habis pikir, sebenarnya siapa yang tega mengerjai kita seperti ini
.
Pak Dion hanya terdiam, jika masalah ini sampai mencuat entah mau
ditaruh dimana mukanya. Liburan kali ini terasa panjang dan mencekam
bagi Pak Dion Cs,
tik tok tik tok,tik,tok
Pak Dion mengusap keringat dingin yang mengucur di keningnya. Ia merasa
seperti sedang duduk di atas tumpukan bom waktu berdaya ledak tinggi.
Keadaan Pak Dion jauh berbeda dengan keadaan Pak Agung yang sedang duduk
bersantai sambil meneguk segelas anggur merah.
No comments:
Post a Comment