Pada pertengahan tahun 2011 ortu membuka bidang usaha baru yaitu
kontraktor dan konstruksi dimana aku diberi tugas untuk mengelolanya.
Awalnya aku menolak karena sama sekali tidak berhubungan dengan jurusan
kuliahku dulu. Tapi karena desakan ortu dan ada garansi ini untuk
belajar akupun mengiyakan saja, apalagi banyak pegawai senior yang
mendampingiku alhasil setiap hari aku hanya keluyuran tanpa tujuan yang
jelas. Tender pertamaku adalah membuat sebuah jembatan di daerah
terpencil di Ngawi. Huhhhh....pelosok banget, jauh dari kota pasti gak
ada wanita cantik! Gumamku dalam hati.
Namun semua pikiranku itu hilang saat aku bertemu dengan Yuli (samaran)
istri Pak Lurah Desa K.R.G yang sangat cantik alami. Awal cerita, Saat
itu aku pergi kerumah Pak Lurah ingin mengajukan permohonan izin dan
saat itu Yuli menyajikan secangkir kopi di meja tamu. Seketika itu aku
langsung terpesona dibuatnya. Bagaimana tidak, bodinya sangat aduhai
terbungkus kulit kuning langsat khas orang desa. Iseng-iseng aku
menanyakan sebuah rumah untuk dikontrak, soalnya di desa terpencil
seperti ini Lurah bagaikan raja dan memiliki rumah lebih dari satu,
pikirku. Dan ternyata benar, Pak Lurah menawarkan sebuah rumah untukku
dan akupun langsung mengiyakan saja. Rumahnya ada 3 dan aku sengaja
memilih rumah kecil yang ada di tepian sungai, layaknya sebuah Vila gitu
tapi imut karena hanya ada satu kamar saja. Sementara orang-orang yang
lain aku minta kontrak di dekat jembatan yang akan dibangun.
Hari pertama tinggal dikontrakan aku gunakan untuk menggali informasi
tentang Yuli yang ternyata baru 3 bulan menikah dengan Pak Lurah yang
seorang Duda beranak dua. Usia Pak Lurah adalah 49tahun dan Yuli baru
berusia 24tahun atau sama dengan anak pertama Pak Lurah yang bernama
Andini, sedangkan yang satunya bernama Nina berumur 17tahun dan duduk
dibangku kelas 2 SMA. Ketiganya sangat menarik perhatian saya, namun
yang menjadi target pertamaku adalah Yuli karena aku lihat beberapa kali
Dia mencuri pandang terhadapku.
Sore itu aku ingin banget mandi di sungai, air yang jernih dan batuan2
besar semakin membuatku ingin cepat-cepat menceburkan diri kesungai.
Akupun membuka baju dan celana panjangku, hingga hanya menyisakan celana
pendek boxer berwarna putih. Aku sangat menikmati suasana tersebut
hingga tak terasa telah menjelang senja dan akupun bersiap untuk balik
ke tempat kontrakan yang hanya berjarak 300 meter. Namun belum sempat
memakai baju tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara Yuli yang datang dari
arah belakangku.
maaf Pak, kelihatannya ada....ada.... katanya malu-malu sambil menunduk.
kelihatan apa.... tanyaku dengan nada agak keras
kelihatan burung bapak gede.....ehhh gede....maaf kelihatanya ada tamu
yang mencari bapak jawabnya semakin malu, ternyata Dia latah.
kamu mau burung gedeku ini??? Kataku antusias.
mau pak,...ehhh mau...mau....maaf Pak, kalau ngomong jangan keras-keras
kalau saya kaget saya jadi latah pak! Jawabnya dengan muka memerah.
ini ambil aja burungku.... tantangku!
maaf Pak, jangan diambil hati kata-kataku tadi....kalau latah aku jadi
ngelantur! Jawabnya sambil lari menuju rumah, seperti anak kecil yang
malu-malu mau!
Akupun kembali kerumah dengan hati yang berbunga dan berandai-andai yang
nikmat-nikmat dengan Yuli. Ternyata yang datang mencariku adalah Pak
Yanto, pegawai senior yang aku minta untuk menghandle semua kegiatan
agar aku bisa fokus berburu kepuasan. Malam itu aku terbayang-bayang
wajah ayu Yuli, hingga mata ini tidak mampu berkata tidak untuk terus
berandai-andai.
Tepat pukul 23:00 aku bejalan menuju kamar mandi yang berada dibelakang
rumah utama (tempat tinggal Pak Lurah) tapi belum sampai dikamar mandi
aku melihat Yuli yang hanya menegenakan daster putih transparan
buru-buru masuk kekamar mandi. Spontan aku langsung tiarap dan
mengendap-endap mendekati kamar mandi untuk mengintip Yuli. woOw tenyata
Yuli yang tanpa CD secepat kilat melepaskan dasternya dan sedang
membersihkan memeknya dengan semprotan air selang. Seketika itu kont*lku
mengeras sejadi-jadinya, terlihat jelas jembut lebatnya sangat kontras
dengan pangkal pahanya yang putih. Sekitar 5 menit aku menikmati
pemandangan yang indah itu hingga Yuli keluar dari kamar mandi. Setelah
beberapa langkah, Yuli berhenti dan memandang kearah rumah yang aku
tinggali. Dia menengok ke sekeliling yang memang sudah sepi, dengan agak
ragu dia melangkah pelan menuju ke kamarku. Dari sela jendela kayu dia
mengintip kedalam,... tapi sepertinya dia kecewa karena kosong! Karena
tidak mau membuatnya kecewa akupun melangkahkan kaki dengan pelan dan
menyergapnya dari belakang serta membungkam mulutnya karena dia latah.
ssssssttttttt....diam jangan bersuara, Aku Adith.... bisikku menenangkannya.
Dengan keadaan masih membelakangiku dan terbungkam mulutnya aku arahkan
tanganya kearah kont*lku yang sudah menegeras di dalam sarung tanpa CD.
Aku menuntun tangannya untuk mengurut, mengelus dan mengocok-kocok
kont*lku sambil terus berbisik merayu dengan percaya diri.
ayo Yul, aku tahu kamu baru aja main sama Pak Lurah dan Aku juga Tahu
bahwa kamu belum terpuaskan.... bisikku sambil merangsangnya dengan
desahan-desahan ditelinganya.
Yul, aku jamin kamu akan merasakan kepuasan dan kenikmatan yang belum
pernah kau dapatkan...bisikku lagi sambil mengelus toket kenyalnya.
Kurasakan nafasnya semakin memburu dan kepalanya mengangguk tanda
setuju. Pelan-pelan aku melepaskan bekapanku dan membalikkan badannya
kearahku! Tanpa menunggu waktu aku langsung menggendongnya masuk menuju
kamarku dan diapun tidak protes hanya terdiam dengan mata terpejam.
Bapak pasti ketiduran kan?! Tanyaku singkat
Yuli hanya mengangguk, menandakan tebakanku benar. Orang seumur Pak
Lurah abis ngentot pasti ngorok! Heheheeeee.....aku tertawa dalam hati
penuh kemenangan, ternyata Yuli sangat mudah ditaklukkan dan belakangan
aku tahu kalau Yuli Cinta pada pandangan pertama terhadapku.
Aku rebahkan tubuhnya dikasur dan aku lepaskan kaos serta sarungku
dengan cepat hingga membuatnya terkagum-kagum melihat kont*lku. Aku buka
pahanya lebar-lebar hingga dasternya terangkat keatas dan aku daratkan
lidahku di memeknya yang becek. Aku jilat, aku hisap dan aku mainkan
klitorisnya dengan lidahku. Aku tebak, Pak Lurah kont*lnya kecil karena
memek Yuli masih sangat sempit padahal baru dientot. Aku semakin
bersemangat membangunkan gairahnya, sambil terus memainkan lidah aku
remas kuat-kuat kedua toketnya dan aku pilin-pilin putingnya. Dengan
cepat Yuli mendesah dan bergumam penuh kenikmatan.
oooohhhh....ooouuuhhhhhhhh.....enak banget Mas, aku belum pernah seperti ini! Desahnya
Karena Yuli akan latah akupun mengubah posisi menjadi 69 dan melanjutkan
jilatanku pada memeknya. Kurasakan ujung kont*lku tersentuh ujung
lidahnya, lembut dan pelan membuatku meringis menahan geli dan ngilu.
Hal yang sama dirasakan oleh Yuli yang terlihat mengejang dan menghimpit
kepalaku dengan kedua pahanya. Dan terbukti, beberapa detik kemudian
cairan orgasmenya meleleh dari memeknya.
masukin yuk,....kamu nungging ya? Bisikku lirih
Tanpa menjawab diapun menuruti permintaanku dengan tanpa malu-malu lagi.
Kini kuarahkan kont*lku ke memeknya, menggesek-gesekan keatas kebawah
di lekukan anus dan lipatan memeknya. Aku masukkan pelan-pelan kepala
kont*lku dan mengambil ancang-ancang untuk menusuknya dalam-dalam.
BLESSSSSSSSSSSSSSSSS...........BLEEEEEEEEEEEEEEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS..........
Kont*lku mentok kedinding rahimnya diikuti pekik lirih dari mulutnya.
benar-benar masih sempit dan keset bagian dalamnya. Dengan setengah
memaksa aku goyangkan kont*lku maju mundur, lagi dan lagi.... terlihat
jelas wajahnya meringis menahan perih dan nikmat yang mengaduk-aduk
memeknya.
SLUUUPPPPP.....SSSSSSLUUUUUUUUUUUUUUUUPPPPPPPPPPPPP......
PLAK...PLAK...PLAAAAAAAAAAKKKKKKK....PLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK.......
Suara becek mulai terdengar mengiringi suara goyanganku menghantam
pantat bohaynya yang sangat padat. Aku goyang....lebih cepat....lebih
cepat lagi....terus dan terus.....hingga tanpa sadar tubuh kami dipenuhi
peluh.
Tanpa menghentikan goyangan, aku angkat kaki kananya dan aku sangga
dengan paha kananku. Hingga tubuhnya semakin goyah dan bergerak liar
mengikuti goyanganku.
OOOOOOOOOUUUUUUUUUUUUUUGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH,....................
Desahan panjangnya tak tertahankan seiring dengan orgasme keduanya.
Hhhhmmmmmmmm....aku gak kuat mas, badanku lemas nih katanya merengek!
Akupun menghentikan goyanganku dan mencabut kont*lku dari dalam memeknya
yang banjir nikmat. Dengan masih terengah aku memaksanya berganti
posisi diatasku,....
Dikocoknya kont*lku dengan gemesnya dan kemudian mengarahkannya kedalam memeknya!
ZZZZZZZLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBBBBBBBBBB...............
Kont*lku melaju cepat memasuki rongga memeknya, digoyangnya kont*lku ke
kanan dan ke kiri, kedepan dan kebelakang, berbutar seperti goyang
inul.....dengan cepat dan disertai oleh hisapan dan jepitan memeknya.
Akupun meringis dibuatnya, seakan ingin membalas perlakuanku yang tadi
Yuli kian mempercepat goyangannya....
Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh......pinter banget kamu Yul, aku ingin setiap
malam merasaakan himpitan memekmu dan goyangan ngebormu! Desahku
memujinya.
Dan sudah bisa ditebak, goyangan ngebornya membuat kont*lku kelojotan,
seakan semua ototku mengejang dan 5 menit kemudian aku tidak dapat
menahannya.....
CROT....CROT....CROOOOOOOOTTTTTTTTTTTTTTTTTT..........
Spermaku menyembur sejadi-jadinya memenuhi ruang dimemeknya, membuat Yuli terperanjat dari buaian kenikmatan.
kok dikeluarin di dalam sih mas? Tanya Yuli agak panik
Aku langsung menarik tubuhnya kepelukanku dan melumat bibirnya bertubi-tubi, meredakan kepanikannya.
maaf sayang, goyangan kamu dahsyat banget....ini pertama kalinya aku
nyemprot cepet dan gak bisa nahan kataku memuji dan merayunya.
cepet bagaimana, tuh lihaat hampir jam 1.... jawabnya sambil menaruh kepalanya di dadaku!
Entah karena kecapean ato karena nyaman, kami ketiduran hingga menjelang
subuh dalam keadaan setengah sadar aku melihat Yuli buru-buru bangun
dan pergi kekamar suaminya dengan satu kecupan manis di keningku.
No comments:
Post a Comment