Friday 15 June 2018

Ekspresi Kebebasan Birahi 1

Tiga tahun sudah Mirna listiana ditinggal mati suaminya Joni hartanto, seorang pengusaha property sukses yg tewas terkena serangan jantung, selama itu pula mirna menjadi single fighter dalam membesarkan ketiga orang anaknya, dan dengan pertimbangan tertentu mirna lebih memilih hidup menjanda ketimbang harus menikah lagi dengan pria lain. meski telah memasuki usia yg ke 40, mirna masih terlihat cantik dan menarik, sebenarnya banyak pria yg tertarik pada mirna, namun mirna telah memutuskan untuk tidak menikah lagi semenjak kematian suaminya.

Bersamaan dengan kematian suaminya pula, praktis semenjak saat itu segala urusan perusahaan mirna lah yg menanganinya, mirna menjadi pemilik tunggal sekaligus direktur diperusahaan tersebut, walaupun sebetulnya mirna tidak memiliki latar belakang pendidikan yg tinggi, apalagi pendidikan ekonomi dan kemanajemenan, suatu disiplin ilmu yg sebenarnya wajib dikuasai oleh seorang pengusaha property yg bersekala menengah seperti dirinya, namun kelebihan mirna adalah memiliki kecerdasan, keuletan dan mau belajar, sehingga dalam waktu singkat mirna dapat menguasai seluruh pekerjaan mendiang suaminya, bahkan beberapa waktu terakhir perusahaan tersebut mencapai angka kemajuan yg cukup signifikan.

Bila dilihat masa lalu mirna, sebenarnya dulu mirna hanyalah seorang wanita simpanan joni hartanto yg sudah memiliki istri namun tidak memiliki anak, sejak kelas 2 SMU mirna sudah menjadi WIL joni, sampai akhirnya ia hamil, sehingga joni menikahi mirna secara resmi, joni menikahi mirna bukan semata-mata hanya untuk mempertanggung jawabkan kehamilan mirna, namun memang karna joni dengan tulus mencintai mirna, terlebih lagi anak yg dikandung mirna yg bakal menjadi darah dagingnya sendiri, yg hampir 10 tahun perkawinannya dengan istrinya tidak dikaruniai anak, itulah alasan utama joni, disamping juga mirna memang pandai memuaskan joni diranjang, sehingga joni dibuat tergila-gila oleh wanita muda itu.

Tak ayal, keputusan joni itu mengakibatkan istri joni tidak terima dan minta untuk diceraikan, yang akhirnya pergi bersama dengan hampir seluruh harta joni yg sebelumnya memang atas nama istrinya, namun joni tidak mempermasalahkan itu, dia merasa semua adalah kesalahannya, kini hanya mirna yg ia miliki, dengan calon jabang bayi itu tentunya, dan untungnya masih ada perusahaan yang masih dia pegang.

Berawal dari nol, dengan tinggal dirumah kontrakan bersama mirna yg sedang mengandung, joni bekerja keras, alhasil perusahaannya maju pesat, bahkan berkembang menjadi lebih besar daripada sebelumnya, yg kadang joni berpikir kelancaran usahanya hingga menjadi berkembang begitu pesat merupakan rejeki yg datang dari istri dan anaknya yg sekarang ini, walaupun sebetulnya itu hanyalah sugesti joni belaka, yg sebenarnya terjadi adalah memang disaat itu joni begitu giat bekerja, bahkan bisa dikatakan sebagai gila kerja, hal yg memacunya adalah karna tanggungan istri dan anak yang masih belum punya rumah pula, sehingga joni bekerja seperti kesetanan untuk bisa memberikan yg terbaik kepada istri dan darah dagingnya.

Berbeda dengan disaat joni bersama istrinya yg terdahulu yg tanpa anak, waktu itu semangat kerja joni tak terlalu tinggi dan terkesan hanya mengikuti alur saja, ditambah lagi dengan gemarnya joni pergi ketempat-tempat hiburan untuk sekedar meredam rasa bosannya dalam hidup yg tanpa anak.

Dari hasil buah cinta joni dengan mirna, menghasikan gadis cantik bernama Putri permata saskia (Puput) yg sekarang berusia 19 tahun, kemudian anak kedua adalah seorang pemuda tampan bernama Erwin satrionegoro 17 tahun, dan sibungsu adalah seorang gadis yg tak kalah cantik bernama Asnalina sekarwangi (Lina) 15 tahun.

Sebagai wanita yg sedang memasuki masa puber kedua, mirna masih memiliki hasrat seksual yg harus dipenuhi, dan untuk memenuhi hasratnya tersebut mirna lebih suka melampiaskannya dengan alat bantu seks, yg beberapa dibelinya diluar negri saat urusan bisnis, dan sebagian lagi dibelinya via internet, mirna juga gemar mengkoleksi berbagai macam material porno seperti film, majalah dll.

Saat hasrat seksual mirna timbul, biasanya mirna memutar video porno dikamarnya yg telah dilengkapi dengan blueray player, lengkap dengan tv berukuran super besar. Mirna menyaksikan film porno sambil memainkan vaginanya dengan alat bantu seks koleksinya.


Seperti pada malam itu, mirna duduk disofa kamar dengan tanpa selembar benangpun, sementara tangan kanannya menancapkan dildo (konto-kontolan) dan mengocoknya maju mundur didalam lubang memeknya yg sudah mulai basah berair, sementara pada layar tv dihadapannya film porno jenis hardcore sedang diputar.

Mirna duduk dengan mengangkangkan kedua kakinya sambil terus mengocok-ngocok dildu didalam memeknya diikuti dengan desahan yg keluar dari bibir seksinya, sesekali dari mulutnya bergumam .

“ Aaaahhhh…asiiiiikkk.. iya hajar terus, kamu memang actor porno idolaku..” gumam mirna menyaksikan tayangan film porno, yg saat itu adegan seorang actor porno pria terkenal sedang menggarap tiga wanita sekaligus.

“ Iya..hajar cewek-cewek itu.. iya betul, kamu entot pantatnya…hajar yg keras..” mirna semakin bernafsu saat menyaksikan actor tersebut menyodomi wanita-wanita artis porno dalam film itu.

Pada saat yg bersamaan, Erwin anak kedua mirna melintas didepan kamar ibunya, seraya langkahnya terhenti saat didengarnya sayup-sayup seperti suara orang yg sedang berhubungan badan seperti yg sering ia saksikan difilm porno dikamarnya.

Dengan penasaran didekatkan matanya kearah lubang kunci kamar ibunya, Erwin begitu terperanjat saat menyaksikan pemandangan yg ia saksikan didalam kamar ibunya, bagaimana tidak, dalam penglihatannya ibunya yg bertubuh indah dan cantik sedang duduk disofa sambil telanjang dan mengocok-ngocok memeknya dengan dildo sambil menyaksikan film porno.

Hingga beberapa saat Erwin menyaksikan ibunya dari lubang kunci, Erwin mengintip dengan menjadikan lututnya sebagai tumpuan untuk menyesuaikan dengan tinggi lubang pintu yg hanya sebatas perut, hingga nafsu birahinya naik, seraya dipelorotkannya celana pendek boxer yg dipakainya sampai sebatas lutut, tampak mencuat batang kontolnya yg sudah mulai tegak akibat nafsu birahi, dikocok-kocok batang kontolnya dengan tangan kanan sambil menyaksikan aksi ibunya, Erwin memang sejak smp mulai terobsesi dengan kecantikan dan kemolekan tubuh mamanya, sebuah hasrat yg ganjil sebenarnya, bahkan saat onanipun ia sering membayangkan mamanya, keganjilan itu disadari betul oleh Erwin, akal sehatnya sebetulnya menolak untuk itu, ingin selalu dibuangnya jauh-jauh hasrat itu, dia sadar itu adalah ibu kandungnya, dan perasaan itu membuatnya dihinggapi rasa bersalah, bahkan merasa dirinya memiliki kelainan.

Rasa bersalah Erwin bertambah manakala pada kira-kira 3 bulan lalu, saat ia sedang didalam kamarnya menyaksikan video porno di laptopnya, tiba-tiba masuk lina adiknya, gadis abg yg baru duduk dikelas 3 smp. lina masuk secara tiba-tiba dikarnakan keteledoran Erwin sendiri yg lupa untuk mengunci pintu kamar, sehingga dia tidak sempat untuk mematikan tayangan video porno tersebut sementara lina sudah tepat berada dibelakangnya.

“ Nah.. kak Erwin lagi ngapain ayo…ketauan ya, lagi nonton film gituan..” sambil tangannya menepak pundak Erwin, sehingga Erwin kaget setengah mati. Erwin tak bisa berbuat banyak untuk menepis atau membantahnya, sudah tertangkap basah pikirnya, akhirnya dia hanya berlagak santai sambil terus menyaksikan film tersebut. celakanya, lina juga malah ikut nimbrung menonton, terpaksalah Erwin membiarkannya saja daripada nanti dia mengadu kepada mama pikirnya.

Dasar lina anak bungsu yg manja, sedikit nakal, dan segala keinginannya harus dipenuhi, rupanya saat menonton adegan dalam film itu hasrat birahi lina timbul, dan yg lebih gila lagi, dengan enteng dan tanpa dosa dia meminta supaya Erwin memasukan batang kontolnya kedalam memeknya.

“ Kak Erwin..ayo dong kak..masukin ini lin..pake itunya kakak..” rengek lina sambil mengangkakangkan kedua kakinya, dan rupanya celana pendeknya telah ia lepas, sehingga memeknya yg mungil dan berwarna kemerahan tampak merekah.

“ Eh..jangan gila kamu lin..pake tuh celana..aku ini kakakmu bego…” bentak Erwin

“ Aaahh…kak Erwin..ayo dong, lina pengen cobain nih..sebentar aja..” rengek lina

“ Eh..dasar bandel kamu, cepet... keluar enggak..” bentak Erwin kali ini sambil menendang bibir ranjang, namun hal ini justru membuat lina ngambek.

“ Oke..kalo begitu, nanti lin bilang sama mama, kalo kak Erwin kerjanya cuma nonton film porno aja dikamar, trus juga lin akan bilang kak Erwin ngajak-ngajak aku untuk ikut nonton…” ancam lina yg membuat Erwin sedikit gugup dan bingung hendak berbuat apa.

“ Baiklah kalo begitu, tapi janji kamu jangan ngadu sama mama ya…”

“ Nah gitu dong..itu baru namanya kakak ku yg baik…” puji lina dengan wajah sumringah, Erwin mulai melepas celana pendeknya sehingga batang kontolnya yg sedari tadi dia menonton film porno masih ereksi, tampak tegak mencuat, lina memandangnya dengan terkesima

“ Ayo cepet kak masukin..dah gak tahan nih…” rengek lina.
Sementara Erwin naik keranjang dan mulai mengangkangi adik kandungnya tersebut

“ Lin..aku belum pernah nih…kamu udah pernah belum..?” tanya erwin bimbang

“ Aku belum pernah kak…makanya aku kepingin coba…” jawab lina polos

“ Berarti kamu masih perawan..katanya kalo masih perawan sakit lho lin…bisa sampai keluar darah..” terang Erwin

“Enggak apa-apa kak..kita coba aja…” jawab lina

“Oke kalo begitu…kamu bengkek memekmu pake tanganmu lin, biar lobangnya keliatan..” pinta Erwin supaya lina menyibak memeknya dengan kedua tangannya untuk mempermudah masuknya kontol Erwin.

Lina menuruti apa yg dikatakan Erwin, sehingga lubang memeknya yg mungil menjadi sedikit bertambah lebar di sibak oleh kedua tangan lina, dan Erwin mulai menekan batang kontolnya kedalam lubang memek adiknya, namun rasanya begitu sulit walaupun batang kontolnya sudah keras berdiri, mungkin disebabkan memek lina yg masih perawan dan juga masih minimnya pengalaman Erwin yg memang belum pernah melakukan hal tersebut, akhirnya Erwin meludahi telapak tangannya dan melumuri batang kontolnya dengan maksud untuk memberi pelumasan, alhasil blessss…masuk juga akhirnya batang kontol Erwin menembus selaput dara adik kandungnya yg dibarengi dengan teriakan kesakitan lina

“ Aduuuuhhh….kak..koq sakit sih….aaeeeennngggg…” jeritnya menahan sakit, sementara cairan darah mulai mengalir dari vaginanya menodai sprei yg berwarna putih. Sementara Erwin mengocok batang kontolnya maju mundur seperti adegan dalam film porno yg sering ia saksikan

“ Kak..udah kak berhenti….” Jerit lina tak tahan menahan sakit, namun Erwin tetap menggoyang pinggulnya maju mundur, dan hanya kira-kira satu menit tubuh Erwin mengejang bertanda pemuda itu telah mencapai klimaks croooottttt….crooottttt… keluarlah air mani Erwin membasahi lubang memek adiknya disertai lenguhan panjang

“ Aaaaaahhhhh….…” gumam Erwin, dan akhirnya goyangannya terhenti yg menandakan tuntasnya puncak kenikmatan yg didapat.

Lalu Erwin mencabut batang kontolnya dari dalam memek lina, terdapat sedikit cairan darah yg melekat pada batang kontolnya, sementara lina menangis karna rasa sakit yg dideritanya.


“Aduuuuhhhh….koq sakit sih kak…aduhhh…” rengeknya, yg membuat Erwin tak tega dan merasa menyesal telah melakukan itu. Yg bisa dilakukan Erwin hanya memeluknya dan mengecup keningnya, dengan harapan dapat mengurangi rasa sakitnya.

Semenjak itu Erwin merasa bersalah dan merasa berdosa telah memerawani lina yg adalah adik kandungnya sendiri, dan sampai saat ini hanya sekali itu ia melakukannya, dan untuk selanjutnya dia tidak pernah ada keinginan untuk berhubungan badan dengan lina, begitupun dengan lina, lina merasa kapok untuk meminta lagi kapada kakaknya, namun rasa kapok lina dikarnakan rasa sakit yg dialaminya itu, lina seorang gadis belia yg berpikiran praktis dan polos, kalau dia suka dia lakukan, kalau dia tidak suka tidak akan dia lakukan, kalau itu dirasa enak maka akan dilakukannya lagi, kalau tidak enak, tidak akan. Mungkin saja apabila saat Erwin memerawaninya waktu itu dia merasakan nikmat, dan tidak sakit, sudah barang tentu pasti dia akan memintanya lagi, walau dengan cara apapun.

Beberapa kejadian-kejadian itulah yg membuat Erwin merasa terhukum oleh rasa bersalahnya, adik dan mama, mengapa harus dengan mereka pikirnya, mengapa tidak dengan orang lain, okelah untuk lina dia sudah bisa melupakannya, sejujurnya dia tidak terlalu tergoda dengan kecantikan lina, walaupun teman-teman Erwin banyak yg tertarik dengan adiknya itu, baginya lina tetaplah seorang adik, dan semenjak kejadian itu linapun tidak lagi pernah mengusiknya, dan kami menganggap itu tidak pernah terjadi, namun..bagaimana dengan mama, semakin ia berusaha untuk melawan hasrat itu, mama seolah justru semakin menarik perhatiannya, semakin mengusik mimpinya, seperti menggoda… seperti yg sering Erwin lihat mamanya hanya mengenakan daster tipis sehingga lekuk-lekuk tubuhnya terlihat jelas, dia juga sering melihat mamanya mengenakan celana hotpan yg amat pendek dan ketat sehingga memperlihatkan pahanya yg mulus dan indah, mungkin tiada maksud mamanya untuk menggoda Erwin, namun tidak dengan Erwin, darah mudanya terbakar bila melihat mamanya seperti itu.

Terakhir pada saat ini, yg benar-benar membuat Erwin lepas kendali dan tak kuasa untuk melewatkan momen ini. Bagaimana tidak, kali ini dia benar-benar menyaksikan mamanya telanjang bulat dan..aahh, sedang masturbasi dengan begitu rupa.

“…uuuhhhh..andaikata aku dapat memeluk tubuh itu, pasti aku akan…aahh..” pikirnya sambil beronani mengocok-ngocok batang kontolnya dgn tangan kanannya.

“ Mamaaaa….mengapa kau membuatku begitu gila, oh mama kamu memang betul-betul sempurna..bahagia betul laki-laki yg bisa tidur denganmu….” Erwin membatin, sementara tatapannya semakin liar dibalik lubang kunci, nafsunya semakin berkobar.

Bermaksud agar lebih leluasa menahan keseimbangan tubuhnya yg berdiri hanya dengan lutut sambil mengocok batang kontolnya, Erwin mencoba meraih gagang pintu sebagai pegangan, sial… ternyata mamanya lupa mengunci pintu tersebut, dan yg terjadi adalah begitu gagang pintu itu tertekan, pintu terbuka dengan seketika karna dorongan tubuh Erwin, yg membuat Erwin terjerembab kedalam.

Sementara mama Erwin didalam yg sedang asik menikmati masturbasinya begitu kaget bukan kepalang, hampir seperti meloncat dari sofa, bertambah kaget ketika melihat anak laki-lakinya jatuh berbaring dengan batang kontol berdiri.

Begitu gugup Erwin saat itu, begitu berdiri langsung dikenakannya kembali celananya, sementara mamanya masih terbengong dalam keadaan masih telanjang bulat, dan tak tau harus berbuat apa, dan masih belum paham apa yg sebenarnya terjadi. Kini Erwin yg tertunduk malu, bingung bagaimana ia harus menjelaskan semua ini.

“ Ma..maaf ma.. Erwin tadi..mmm..anu..” hanya itu yg keluar dari mulut Erwin, sementara mirna mulai dapat membaca situasi, terutama saat mengapa Erwin menurunkan celananya dan batang kontolnya berdiri tegak, ya..mirna mulai paham bahwa sebelumnya Erwin mengintip dirinya sambil beronani.

Mirna hanya menatap Erwin yg sedang tertunduk diam, kemudian merenung sejenak, hingga bibir seksinya yg membuat Erwin selalu terobsesi untuk melumatnya, mulai berkata

" Erwin..sekarang kamu jawab yg jujur, gak usah bohong..sedang apa kamu tadi..?" Tanya mirna, dengan masih dalam keadaan telanjang bulat.

" Anu ma..erwin tadi..emmm..ngintip mama sedang....mmm.." hanya itu yg keluar dari bibir Erwin yg gugup.

" Terus..kamu ngintip sambil ngapain..?" kembali mirna bertanya, dengan masih memegang dildo yg tadi digunakan untuk mengocok memeknya.

" Sambil..mainin burung Erwin ma..." jawab Erwin pasrah, dia merasa tak ada gunanya lagi berbohong, toh sudah terlanjur tertangkap basah, Erwin hanya membayangkan pastinya mamanya akan marah sekali padanya, dan entah hukuman apa yg akan diberikan padanya, Erwin masih ingat beberapa bulan yg lalu, saat dia ikut-ikutan tawuran bersama teman-teman sekolahnya hingga keningnya luka akibat lemparan batu, mirna begitu marah besar saat itu, dan ia diberi hukuman dengan tidak diberi uang jajan selama satu bulan.

Namun mengapa sampai saat ini mama belum memperlihatkan sikap marahnya, pikir Erwin yg membuatnya sedikit lega, namun juga agak heran, dan keheranan Erwin bertambah saat mirna tiba-tiba mendekatkan bibirnya ditelinganya, dan bertanya dengan lembut.

" Erwin..kamu suka dengan mama sayang....? " Bisik mirna, sambil mendekatkan mulutnya ketelinga Erwin, sehingga hangatnya hembusan nafas mirna terasa di telinganya.

" Mmmm...maksud mama..suka bagaimana, ma..? " Tanya Erwin dengan gugup, dan masih belum yakin dgn apa yg dimaksud mamanya, walaupun sebenarnya Erwin begitu tergoda dengan cara mamanya itu, dan Erwin mulai paham kearah mana tujuan pertanyaan mamanya itu, namun dia butuh kepastian, semoga yg dikatakan mamanya memang benar seperti apa yg dia tangkap, hingga jantungnya berdebar, menanti kepastian... kepastian yg diharapkan.

Dan sepertinya kepastian yg didapat Erwin benar seperti apa yg diharapkan, jawaban itu didapat saat tangan mirna masuk kedalam celana pendeknya dan menggenggam batang zakarnya yg hanya separuh berdiri, jantung Erwin tambah berdegup kencang, namun dalam hatinya masih belum percaya apakah ini sekedar mimpi ataukah kenyataan.

" Kamu harus jawab yg jujur sayang...kamu suka sama mama..? kamu tau kan apa yg mama maksud sayang...." Tanya mirna kali ini sambil lidahnya menjilati dengan lembut daun telinga Erwin, sehingga Erwin menggelinjang dan batang kontolnya berdiri tegak, yg masih dalam genggaman mirna.

" Iya ma...erwin suka mama..." jawab Erwin sambil menikmati kocokan tangan mirna pada batang kontolnya.

" Jawab yg jelas...suka apa.." kali ini dibarengi dengan menggosok-gosokan buah dadanya yg besar bulat dilengan Erwin, yg membuat Erwin semakin "terbakar"

" Suka sama kecantikan mama..suka kemolekan tubuh mama..suka bibir mama yg seksi..aahhhhhh " jawab Erwin sekenanya, namun jujur.

Seketika mirna menghentikan aksinya, dan mengajak anak laki-lakinya itu untuk duduk di sofa, dan memberinya minum segelas air putih agar Erwin bisa lebih tenang.

" Baiklah Erwin..sekarang kamu jawab yg jujur...ikuti kata hatimu.. Kamu katakan pada mama, apa yg ingin kamu lakukan pada mama saat ini..?

" Ingat Erwin turuti apa kata hatimu..bebaskan hatimu dari aturan-aturan dan norma-norma yg ada, bebaskan hatimu... kamu enggak perlu merasa bersalah, gak perlu merasa punya kelainan atau apapun itu.." jelas mirna, sambil merapatkan tubuhnya pada Erwin.

" Erwin ingin sekali berhubungan badan dengan mama, Erwin sangat merindukannya ma..sudah lama Erwin menginginkannya itu.. tapi Erwin malu, mengapa keinginan itu harus dengan mama.." jelas Erwin mengungkapkan isi hatinya dengan jujur, seperti yg diharapkan mirna.

" Upppsss...kamu enggak perlu merasa bersalah Erwin..sudah mama katakan, bebaskan hatimu, tak perlu terikat oleh aturan-aturan yg ada.." terang mirna kepada Erwin agar dia tak perlu merasa rendah diri dengan keinginannya itu, dan tak perlu merasa itu adalah suatu aib yg memalukan.

" Lalu..kalau itu memang bisa kamu lakukan..dan mamamu ini sudah ada dihadapanmu, dan siap melayani apapun yg kamu inginkan, kamu harus jawab pertanyaan mama, ingin kamu apakan saja mama? Kamu tau maksud mama kan..coba jawab yg diteil, dan dengan bahasa yg gamblang, gak usah diperhalus segala, pake bilang "berhubungan badan" segala, sebut aja "ngentot" gitu, itu mama lebih suka.." terang mirna, yg membuat Erwin sedikit terkejut saat mamanya menyebutkan kata "ngentot", karna Erwin tidak pernah membayangkan sedikitpun bahwa kata-kata seperti itu dapat keluar dari mulut mamanya.

" Mmm..anu ma..erwin mau ngentotin memek mama, mau jilatin memek mama, mau masukin kontol Erwin dimulut mama, mau mencium bibir mama...juga mau..." Erwin berpikir beberapa saat, namun mirna segera memotongnya.

" Oke, cukup..nah begitu..gak apa-apa itu bagus..nanti kamu bisa mendapatkan semua keinginanmu itu, mama akan selalu memberikan apa yg kamu inginkan sayang..." sambil mirna mengecup bibir anaknya dengan mesra.

Sementara adegan seks dalam tayangan film porno pada layar tv masih berlangsung, Mirna mulai menarik celana pendek yg dikenakan Erwin, dan menyuruh Erwin agar melepas juga t-shirtnya, sehingga tampak batang kontol Erwin yg besar berdiri tegak

" Woooww.. gila kamu Erwin, ternyata kontolmu besar juga ya..punya papamu dulu aja enggak sebesar ini " seraya dielus-elusnya dengan lembut batang kontol itu.

" Erwin, kini mama akan mewujudkan salah satu impianmu, yaitu akan mama masukin kontol kamu kedalam mulut mama, lalu akan mama kulum.. itu kan yg kamu mau sayang..." seraya mirna bangun dari sofa dan berjongkok dengan kepala menghadap kekontol anaknya, dengan terlebih dahulu lidahnya menyapu sekujur batang kontol Erwin hingga buah pelirnya pun tak luput dari jilatan lidahnya.

Dan akhirnya dimasukannya batang kontol itu kedalam mulutnya dan dilumatnya, dan digerakannya kepalanya maju mundur, sehingga batang kontol Erwin terkocok-kocok oleh mulut mirna.

Erwin begitu menikmati hisapan mulut mamanya, hingga tanpa disadarinya dari mulutnya keluar kata-kata yg mengekspresikan kenikmatannya

" Aduuuhhhh...ma..enak ma...enak banget...aaahhh..mama emang hebat..." sambil Erwin duduk disofa dan tangannya mencengkram rambut ibunya yg sedang meng"karaoke" batang kontolnya

Semakin liar mirna menghisap batang kontol Erwin, sampai kepala zakar Erwin menyentuh pangkal tenggorokan mirna, sesekali dimasukannya seluruh batang kontol Erwin hingga hanya menyisakan biji pelirnya saja yg masih berada diluar mulut mirna, itupun sudah menempel rapat pada bibir mirna, untuk kemudian kembali dikocok-kocoknya maju mundur, air liur mulai menetes keluar melalui sela-sela mulut mirna, hingga gerakan kontol Erwin yg dikocok dalam mulut mirna menimbulkan irama kocokan yg keras ghlogg...ghlogg...ghlogg...

Erwin begitu terpesona melihat begitu dahsyat dan begitu ahlinya mama dalam mengoral batang kontolnya, dimata Erwin mamanya tampak begitu seksi dan menggairahkan dengan batang kontol berada dimulutnya, tak kuasa bagi Erwin untuk tidak mengecup mulut seksi mamanya saat itu, seraya diangkatnya kepala mirna mendekati wajahnya dan langsung Erwin memagut mulut mamanya itu dengan rakus, ditelan dan dihirupnya semua air liur ibunya yg berada dalam mulutnya, masih kurang puas dijilatinya air liur yg membaluri dagu dan pipi mamanya, untuk kemudian diturunkannya kembali wajah mamanya kebawah kearah selangkangannya untuk kembali mengoral batang kontolnya.

Beberapa saat kemudian mirna agak menarik paha Erwin, sehingga bokong Erwin tdk lagi bertumpu pada sofa, tapi punggung erwinlah yg kini bertumpu pada sofa, lalu mirna mengangkat bokong Erwin sehingga lubang pantat Erwin terlihat mencuat.

" Erwin..ini salah satu yg dulu membuat papamu tergila-gila pada mama..." seraya lidah mirna diarahkan pada lubang dubur Erwin, lalu dijilatinya dubur Erwin, sehingga membuat Erwin begitu nikmat, separuh mata Erwin terpejam menikmati lubang anusnya dijilati mamanya.

" Aaaaaahhhh...mama..enak ma...terus ma, aduuuhhh..ma enak banget sih...mmmmmm.." gumam Erwin menahan nikmat yg tak terkira.

Melihat reaksi Erwin yg seperti itu, mirna semakin bersemangat menggarap anus Erwin, dimasukannya ujung lidahnya kedalam anus anaknya tersebut dan digerakannya maju mundur, sesekali diputarnya lidah itu menyapu rongga-rongga lubang anus Erwin, sehingga Erwin semakin tdk karuan hingga kepalanya bergelinjang-gelinjang.

Hingga beberapa saat lamanya mirna meng oral batang kontol dan anus Erwin, seketika mirna berdiri dan mengecup bibir Erwin dengan mesra, seraya digelitiknya daun telinga Erwin dan membisikan sesuatu dengan mendesah dan mesra

" Erwin sayang..anak mama yg ganteng.. sekarang saatnya kamu jilatin memek mama ya sayang... itu juga kan yg menjadi impianmu sayang...." Bisikan seksi yg membuat angan Erwin melayang dan sahwatnya semakin tinggi.

" Iya ma..erwin juga udah kepingin banget jilatin memek mama yg indah ini.." jawab Erwin sambil mengusap lubang memek mamanya dengan jari-jari tangannya. Sejurus kemudian mirna memposisikan dirinya duduk disofa dengan kedua kakinya mengangkang lebar sambil menyibak lubang memeknya dengan kedua tangannya, sehingga lubang memek mirna yg berwarna kemerahan tampak merekah mencuat, sebuah pemandangan yg begitu indah dan mempesona bagi Erwin, ternyata bentuk lubang memek mamanya jauh lebih indah dan menggoda dari yg selama ini dia bayangkan dalam onaninya.

" Ayo, sayang..jilatin dong, memek mama.. mama juga udah enggak tahan nih..." tantang mirna sambil sesekali menyapu bibirnya dengan lidah, hingga begitu terlihat menggoda dan menantang.

Erwin segera berjongkok dengan mata tertuju kearah lubang memek mamanya, dipegangnya paha kiri dan kanan mirna dengan kedua tangannya sementara wajah Erwin didekatkannya pada lubang memek mirna, ditatapnya tanpa berkedip, setelah puas menatap, dihirup dengan hidungnya aroma memek mamanya itu sambil memejamkan matanya, hingga akhirnya dijulurkannya lidahnya untuk menjilati lubang memek mirna.

Dengan rakus Erwin menjilati lubang memek mirna, sementara mirna menikmati jilatan pada memeknya sambil tangan kanannya menjambak rambut Erwin, sementara tangan kirinya digunakan untuk meremas-remas buah dadanya sendiri, mulai keluar ocehan-ocehan spontan dari bibir seksi mirna dalam menikmati sensasi yg diberikan anaknya itu, karna walaupun Erwin belum berpengalaman dalam soal seks, tapi Erwin sering menonton film porno, dan banyak membaca material-material porno, sehingga dengan lancar dan tanpa kaku Erwin begitu lihai memain-mainkan lidahnya dalam memek mirna.

" Aaaahhh...terus sayaaaaang...aahhh..kamu pinter sayang..kamu belajar dimana sih...? " gumam mirna menikmati jilatan yg cukup lihai dari Erwin.

Sementara lidah Erwin semakin lihai saja bergerilya didalam memek mirna, dijilatnya juga klitoris mirna, sambil sesekali digigitnya dengan lembut hingga membuat mirna mengelinjangkan tubuhnya dan memekik manja.

" Aaauwww...ih..sayang.. kamu nakal ya.. kamu gigit-gigit itil mama ya..auuww.." tapi enak sayang, kamu pinter banget sih...aduh..auuww..gila kamu sayang...ahhh.." Erwin semakin bersemangat melihat ekspresi dan reaksi mamanya seperti itu, sebuah ekspresi manja yg membuat Erwin semakin gemas untuk menggigit-gigit lembut klitoris mirna.

Hingga lidah Erwin kini mulai memasuki rongga-rongga bagian dalam memek mirna, disapunya area dinding-dinding vagina mirna, yg juga membuat mirna begitu nikmat merasakannya. Sampai akhirnya Erwin mulai berpindah mengarahkan lidahnya kearah sela-sela selangkangan mirna, turun terus sampai kepaha lalu lutut, betis dan akhirnya lidah Erwin menjilati jari-jari kaki mamanya yg indah dihiasi pewarna kuku berwarna merah yg membuat bertambah seksinya penampilan mirna, lalu mulai dihisapinya jari jemari kaki ibunya satu persaatu, sebetulnya cara itupun diadopsi Erwin dari salah satu adegan porno yg pernah ia saksikan, sementara mirna hanya menikmati dan menyaksikan ulah anak laki-lakinya itu sambil menggosok-gosok memeknya dengan tangan kanan, sampai mirna tertawa manja menahan geli manakala Erwin mulai mengangkat kaki mirna dan menjilati telapak kaki ibunya itu.

" Hi..hi..hi..hi.. auuww..geli Erwin aah.. hi..hi..hi.. nakal kamu ya..auw.." Erwin semakin senang melihat tingkah manja mamanya

" Gak apa-apa ma...erwin cuma mau buktiin katanya surga itu ada dibawah telapak kaki ibu.. he..he..he.." goda Erwin sambil terus lidahnya menar-nari .

" Hi..hi..hi.. bisa aja kamu..tapi kurang tepat win, yg benar surga itu ada di memek ibu.. coba kamu pilih mana, pilih telapak kaki atau memek ayo..." goda mirna, membalas candaan Erwin.

" He..he..he.. jelas pilih memek dong ma..." jawab Erwin seraya melepas kaki mamanya dan kembali mengarahkan mulutnya kememek mamanya.

" Hi..hi..hi.. kamu memang pinter sayang, memang didalam memek inilah kamu akan menemukan surga yg sesungguhnya Erwin..suatu kenikmatan yg membuatmu bahagia.." sambil tangan mirna membelai kepala Erwin yg kembali menjilati dan menciumi dengan gemas lubang memeknya. 

No comments:

Post a Comment